ada apa sekarang?

malam itu pukul 02.00 pagi , aku turun dari kereta renta tanpa tau arah mau bertemu dengan geoda dimana. dia bersama dua orang teman katanya . beruntung punya benda penukar suara, hingga akhirnya aku melihat lambaian tangan yang begitu familiar dibalik jeruji gerbang stasiun poncol. sedikit timbul rasa bersalah saat geoda bilang mereka sudah menunggu lama. mohon maklum, namanya juga naik kereta renta.

malam itu di depan gerbang stasiun poncol , kita berjabat tangan , bertukar nama , tanpa ada apa apa.

kita tidak punya banyak obrolan.

pagi itu, aku diajak geoda mampir ke rumah tinggalmu. kau keluar dengan wajah ringsut belum mandi. agak ragu untuk menyapa , hanya sebuah senyum.

tidak ada apa apa .

siang hari, hampir sore , geoda mengajaku ke bukit sidomukti. dia hadir disana. mengenalkan kabut dan secangkir cokelat panas di tengah hujan. aku dan dia punya banyak obrolan yang mungkin mudah sekali dilupa.

dia seperti dikirim Tuhan untuk melepaskanku dari sebuah nama. dia seperti sebuah rencana, meski cuma kelihatannya saja. tapi lagi lagi mungkin dia hanya dikirim untuk menjadi sebuah tanda.

kita : aku dan kamu, masih tidak ada apa apa

malam itu kita pergi ke kedai kopi bersama. aku ingin bersamanya, membuat obrolan lebih lama. tapi aku duduk di jok belakang motor bersamamu. aku begitu menyesal tidak membiarkan waktu menyerahkanku padamu. aku terus memikirkan dia, sampai aku tak tau kau bicara apa.

memang tidak ada apa apa

kemudian, aku bertemu lagi denganmu di hari kepulanganku ke jakarta. kau datang bersama taksi pengantarku. kau dengan cepat pergi , bahkan aku belum bilang sampai jumpa.

aku masih memikirkannya , kita tidak ada apa apa

dia sibuk sekali dengan hidupnya , dengan kisahnya , dia pun tidak memperbolehkanku untuk sekedar masuk sebagai figuran dari bagian kisahnya.

aku mulai berfikir dia mungkin hanya tanda , bukan rencana.

mulai saat itu , ada sesuatu yang membuat kau seperti magnet di mataku. terkesan begitu cepat berpindah dan egois . tapi aku sudah tidak percaya waktu. aku bisa jatuh kapanpun.

ada apa sekarang?

kenapa kau yang menjadi tokoh utama di cerita ini?

apa aku mulai ingin menyampaikan apa diantara kita?

kita bukan apa apa :’)

“happy downsyndrome day”

mereka terlahir dari angka 21 dan 3

mereka sama punya rasa

bahkan memiliki lebih banyak asa

cinta dewi fortuna turun lewat senyumnya

kalau boleh mereka memilih

pastilah mereka lebih memilih angka 2

tapi Yang Maha Kuasa telah membagi surat

mereka harus mengisi bagian kosongnya

aku hanya bisa mengirimkan semangat lewat sebatang bara

tidak terlalu terang, namun akan terus kutiup agar menyala

terbuk UNJ

Rawamangun

15 April 2012

loverevolvesaroundyou:

“A fish can love a bird, but where would they live”

loverevolvesaroundyou:

“A fish can love a bird, but where would they live”

861 notes

mikefrawley:

Your sad eyes tell it all
here’s a shoulder you can borrow

I can see you need to cry
you don’t have to hide your sorrow

The tragedy of a thoughtless lover
the emptiness of a broken heart

A chapter in love’s eternal drama
and every actor plays a part

Though it hurts, you’re not alone
so cry…

195 notes

giustiageoda:

but darling, you are the only exception

aku rasa aku terlalu cepat. terlalu cepat untuk memutuskan menjerumuskan diri ke dalam lubang yang kau buat. aku sudah tahu sebelumnya bagaimana kau membuat lubang itu dan menunggu aku terjerumus atau bahkan menjerumuskan diri. tidak terlalu lama, dan…

1 note

kereta semarang - jakarta. tempat terbaik untuk jatuh.
(via giustiageoda)

1 note

yang belum tersampaikan

“sampeee poncol, malam ini menginap di gerbong kereta jurusan jakarta!”

rentetan kata di layar ini memang bukan apa-apa , hanya sekelebat bisikan yang memintaku menyampaikan apa yang belum tersampaikan .

aku membayangakan kau berjalan di pinggiran peron kereta dengan tas yang kau sampirkan disebelah lengan saja . Kemudian angin menerpa badan tirus dan wajah tajam yang kau punya. mungkin kau memakai jaket russel hitam itu, apa masih ada?

romansa sma yang aku punya. ya , hanya aku , karena kau punya romansa sendiri dan tidak bersamaku. sudah hampir 4 tahun dan romansa itu masih aku simpan rapi di laci .laci yang terlalu takut aku buka kembali setelah ku kunci.

dulu kita berbagi mimpi , bukankah? kau duduk di barisan yang sama denganku, setiap hari aku begitu bernyawa untuk menghabiskan waktu di tempat duduk belakangmu. diam diam aku menikmatinya, saat kau tertawa , kau tidur , kau diam , sampai saat kau terlihat begitu bodoh .

pernah suatu malam , kita berada di ruangan yang sama. malam acara pertama egoisme masa muda. kau disana. tertidur di sebuah sofa . masih jelas, sampai saat ini , bagaimana wajah tidurmu. aku menikmatinya. sungguh. aku menikmati setiap detail wajah tanpa sadar itu . mungkin aku sedikit lancang .

aku suka setiap kali kau berjalan mendekat ke ruang tempat kita merangkai berbagai acara. aku suka saat kau tiba tiba mengambil gitar kemudian memainkan lagu untitled. aku suka bagaimana kau memainkannya dengan rasa yang kau punya. aku suka saat kau menabuh drum di bawah pohon rindang. aku suka saat kau hanya berdiri diam di sampingku . aku suka wangi harum rambutmu . aku suka semua kata kata yang pernah kau kirimkan lewat provider kepadaku . aku suka melihat namamu di layar handphoneku.aku suka caramu mengingatkan kesalahanku. aku suka saat kau mencarikan buku pelengkap olimpiadeku. aku begitu menyukai caramu memperlakukanku.

apa ini pernah kau baca?tanda tanda rasa suka yang ku kirim lewat udara udara hampa. lantunan rasa yang kudendangkan bersama semilir angin dan butir hujan di depan kelas dua belas sos tiga. aku jatuh cinta. kau hanya perlu tahu aku merasakannya.

aku senang dengar kau diterima di perguruan tinggi yang sama denganku. tapi aku tahu musik bukan hal yang bisa kau jadikan gantungan mimpimu. dan kau pun pergi ke kota lain . kota yang membawa pergi semuanya . semua tanda dan semua rasa. kau bertemu dengannya . gadis yang tidak perlu cantik untuk menjadi ratu tercantik di hatimu, gadis yang mungkin akan menghuni rumah tipe 21 mu . gadis yang mungkin akan kau ajak bersepeda disetiap akhir pekan. 

aku disini bersama romansa yang ku punya . bersama wajah tidur yang kucuri di malam itu. tapi sungguh aku menikmatinya.

semua telah kutata , kau masih ada , namun aku mulai menggesernya.

kau sepenggal romansa , biarkan dia menemaniku menikmati bersama yang ku punya , karena kau tak pernah menikmatinya bersamaku . :)

sekarang aku telah menyampaikannya .

1 note

Lampu Malam Mulai Padam

Lampu malam suatu ketika bercerita, aku punya alasan menerangi jalan kalian

Mungkin kalian kehilangan mata untuk melihat hati-hati yang nelangsa

Mungkin kalian kehilangan telinga untuk mendengar rintihan duka

Mungkin kalian kehilangan lidah untuk sekedar mengecap bahagia

Mungkin kalian kehilangan mulut untuk menyanyikan Indonesia Raya

Jadi ketika aku mati..

Bisakah kalian bayangkan buta seketika ?

Bisakah kalian bayangkan tuli yang penuh duka ?

Bisakah kalian bayangkan mengecap rasa yang tak punya nama ?

Bisakah kalian bayangkan Indonesia Raya tanpa suara ?

Tapi, pernahkah sekali saja kalian sadar

Bahwa kami lampu jalan mulai terbuang

Bahwa kami lampu jalan mulai usang

Bahwa kami lampu jalan tak punya lagi ruang

Bahwa kami lampu jalan tak selamanya terang

Kami nasionalis realistis, Si lampu jalan .